ETIKA LINGKUNGAN DALAM HADIH MAJA ACEH: KAJIAN EKOKRITIK ATAS PETUAH MENJAGA ALAM

Authors

  • Wirduna Universitas Abulyatama Author

Keywords:

analisis, human interest, jurnalisme

Abstract

Hadih Maja Aceh merupakan warisan sastra lisan yang memuat berbagai petuah, nilai moral, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan, nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam Hadih Maja menjadi penting untuk dikaji sebagai sumber etika lingkungan yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk petuah menjaga alam serta mengungkap etika lingkungan yang terepresentasi dalam Hadih Maja Aceh melalui perspektif ekokritik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa teks-teks Hadih Maja yang memuat petuah tentang hubungan manusia dengan alam, yang diperoleh dari berbagai buku, manuskrip, dan dokumentasi Hadih Maja Aceh. Data dikumpulkan melalui teknik studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan memanfaatkan konsep-konsep ekokritik sebagai kerangka interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadih Maja Aceh merepresentasikan etika lingkungan melalui empat aspek utama, yaitu (1) tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam, (2) pemanfaatan sumber daya alam secara arif dan tidak eksploitatif, (3) penghormatan terhadap alam sebagai ruang kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya, dan (4) penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman perilaku ekologis masyarakat. Petuah-petuah tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Aceh telah memiliki kesadaran ekologis yang kuat jauh sebelum berkembangnya wacana lingkungan modern. Dengan demikian, Hadih Maja Aceh tidak hanya berfungsi sebagai media pendidikan moral dan budaya, tetapi juga sebagai sumber etika lingkungan yang berkontribusi terhadap penguatan literasi ekologis dan pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

References

Berkes, F. (2018). Sacred Ecology (3rd ed.). Routledge.

Capra, F. (1996). The Web Of Life: A New Scientific Understanding of Living Systems. Anchor Books.

Commoner, B. (1971). The closing circle: Nature, man, and technology. Alfred A. Knopf.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Finnegan, R. (2012). Oral literature in Africa. Open Book Publishers. https://doi.org/10.11647/OBP.0025

Garrard, G. (2023). Ecocriticism (3rd ed.). Routledge.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.

Imagination: Thoreau, Nature Writing, and the Formation of American Culture. Harvard University Press.

IPCC. (2023). Climate Change 2023: Synthesis Report. Intergovernmental Panel on Climate Change.

Kimmerer, R. W. (2013). Braiding Sweetgrass: Indigenous Wisdom, Scientific Knowledge and the Teachings of Plants. Milkweed Editions.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: an Introduction to its Methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Leopold, A. (1949). A Sand County Almanac and Sketches Here and There. Oxford University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Naess, A. (1973). The Shallow and the Deep, Long-Range Ecology Movement: A Summary. Inquiry, 16(1–4), 95–100. https://doi.org/10.1080/00201747308601682

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Schreier, M. (2012). Qualitative Content Analysis in Practice. SAGE Publications.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif: untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Enterpretif, Interaktif Dan Konstrukti. (Ed. 3, Cet. 6). Alfabeta.

Vansina, J. (1985). Oral tradition as history. University of Wisconsin Press.

World Commission on Environment and Development. (1987). Our Common Future. Oxford University Press.

Downloads

Published

2026-08-31